Jumat, 16 Oktober 2009

Menjadikan Siswa berperilaku Ramah Lingkungan


Akibat yang ditimbulkan oleh menurunnya kualitas lingkungan di Indonesia yaitu, sering terjadi banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Selain hal tersebut air bersih menjadi sulit diperoleh, pencemaran udara, dan penumpukan sampah semakin meningkat. Permasalahan tersebut hampir terjadi di setiap wilayah, lebih-lebih di perkotaan seperti halnya di kota Bandung.
Penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan baik secara sengaja oleh perilaku manusia ataupun terjadi secara alamiah, akan berpengaruh pada manusia itu sendiri. Hal ini terjadi karena manusia merupakan bagian dari lingkungan dimana manusia tersebut tinggal. Faktor alam mungkin sulit untuk dicegah, tetapi perilaku manusia masih berpeluang untuk diubah.
Makin sering stimulus yang diberikan pada manusia berupa pengalaman yang diperoleh dari lingkungan secara eksternal, maka perubahan perilaku pada individu akan berdampak positif pada perubahan perilaku yang diinginkan. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah adanya keselarasan antara lingkungan dengan perilaku manusia yang hidup di dalamnya melalui proses belajar (Gagne, 1984 dikutip oleh Dahar, 1989). Skinner (1976) dikutip oleh Walgito (1999) sependapat dengan Gagne bahwa sebagian besar perilaku manusia merupakan perilaku yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar.
Upaya pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup dilakukan melalui berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan telah ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup, dengan penyusunan kurikulum dan pengimplementasian pendidikan lingkungan hidup (PLH). Implementasi PLH pada kelompok masyarakat usia muda dilakukan melalui jalur formal, non formal, dan in formal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar